Iltifat (Perpindahan Pembicaraan)

Iltifat menurut Ibnul Mu’taz adalah

berpindahnya pembicaraan seseorang dari sekedar mengabarkan, kepada berbicara langsung, atau sebaliknya, berpindah dari bicara langsung, kepada sekedar mengabarkan atau juga berpindah dari mengabarkan, menjadi dia sendiri yang berbicara. (Lihat kitab Tahriir at-Tahbiir, hal 123-124)

Hal ini tidak biasa dilakukan oleh para ulama dalam karya-karya ilmiah mereka, hanya saja Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid (penulis Hilyah Thoolibil Ilmi), sering menggunakan ilmu balaghoh dalam karya tulisnya. Dan kita ketahui bersama bahwa perpindahan gaya bahasa dari orang ketiga menjadi orang kedua atau sebaliknya, juga mufrad (tunggal) kepada jama’ akan membuat orang memperhatikan pembicaraan tersebut.

Seperti firman Alloh ta’ala,

وَلَقَدْ أَخَذَ الله مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا

Dan sesungguhnya, Alloh telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin… (QS. Al-Maa-idah:12)

Di ayat ini Alloh ta’ala berfirman:

“Alloh telah mengambil.” Ini model pembicaraan orang ketiga.

Adapun firmanNya:

“Dan Kami angkat” adalah model pembicaraan orang pertama.

( Faedah dari Syarh Hilyah Thoolibil Ilmi, asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin -rohimahulloh- )

Featured Image Icon made by Freepik from www.flaticon.com is licensed by CC 3.0 BY
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s