Kisah tentang makna kalimat Inna lillahi wa Inna Ilaihi Rooji’un.

Kita sering mengucapkan kalimat ini. Na'am, kalimat istirja' yaitu inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un, namun sudahkah kita paham maknanya ? Berikut ini ada sebuah kisah dari seorang tabi'in, Fudhoil bin 'Iyadh yang memberikan penjelasan kepada kita makna kalimat tersebut. Semoga kita semakin paham dan menjadikan kita seorang muslim yang terus memperbaiki diri, di sisa … Continue reading Kisah tentang makna kalimat Inna lillahi wa Inna Ilaihi Rooji’un.

Tentang Ilmu oleh Imam Asy Syafi’i

Al Imam Asy Syafi'i رحمه الله berkata, كل العلوم سوى القرآن مشغلة، إلا الحديث وإلا الفقه في الدين. العلم ما كان فيه قال حدثنا، وما سوى ذاك وسواس الشياطين Seluruh ilmu selain Al Quran hanyalah menyibukkan, kecuali ilmu hadits dan fiqih, dalam rangka mendalami ilmu agama. Ilmu adalah yang tercantum di dalamnya 'Qoola', 'Haddatsanaa'. Adapun … Continue reading Tentang Ilmu oleh Imam Asy Syafi’i

Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman para sahabat

Imam Al Auza'i رحمه الله berkata, العلم ما جاء عن أصحاب محمد صلى الله عليه و سلم، وما لم يجئ عن واحد منهم فليس بعلم Ilmu adalah apa-apa yang datang dari sahabat nabi muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam, adapun yang datang dari selain mereka maka bukanlah ilmu. ( Fadhlu 'ilmis salaf 'alal kholaf ) Maka merujuklah … Continue reading Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman para sahabat

Penuntut Ilmu Tidak Boleh Futur

Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur yaitu rasa malas, enggan, lamban, dan tidak semangat, padahal sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat. Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da'i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama … Continue reading Penuntut Ilmu Tidak Boleh Futur

Diantara Wasiat Akhlaq Thoolibul ‘Ilmi

Syaikh Bakr Abu Zaid رحمه الله berkata, Hiasilah dirimu dengan etika-etika jiwa berupa menjaga kehormatan diri, santun, sabar, rendah hati dalam menerima kebenaran, berprilaku tenang dalam bersikap dan berwibawa, teguh serta tawadhu', juga mampu menanggung beban berat selama belajar demi memperoleh kemuliaan ilmu serta bersedia tunduk kepada kebenaran. Hilyah Thoolibil 'Ilmi (hal. 14)