Penuntut Ilmu Tidak Boleh Futur

Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu.

Futur yaitu rasa malas, enggan, lamban, dan tidak semangat, padahal sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktifitas kebaikan. Misalnya futur dalam menuntut ilmu syar’i, futur dalam aktifitas dakwah, futur dalam beribadah kepada Alloh, dan lainnya.

Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada 3 (tiga) golongan, yaitu:

  1. Golongan yang berhenti sama sekali dari aktifitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini BANYAK SEKALI.
  2. Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktifitasnya, dan golongan ini LEBIH BANYAK LAGI.
  3. Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini SANGAT SEDIKIT.

Futur memiliki sebab-sebab yang banyak dan bermacam-macam. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.

Diantara sebab-sebab itu adalah:

  1. Hilangnya keikhlasan
  2. Lemahnya ilmu syar’i
  3. Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat.
  4. Fitnah (cobaan) berupa istri, anak dan harta.
  5. Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
  6. Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.
  7. Melakukan dosa dan maksiat serta memakan barang-barang yang haram.
  8. Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah)
  9. Lemahnya iman.
  10. Menyendiri (tidak mau berjama’ah)
  11. Lemahnya pendidikan.

Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Alloh menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya. Akan mengetahuinya orang-orang yang MAU mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang ENGGAN mengetahuinya.

Diantara obat penyakit futur adalah:

  1. Memperbaharui keimanan, Yaitu dengan mentauhidkan Alloh dan memohon kepadaNya agar ditambahkan keimanan.
  2. Merasa selalu diawasi Alloh ta’ala dan banyak berdzikir kepadaNya
  3. Ikhlas dan taqwa
  4. Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiat)
  5. Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadhoroh ilmiyyah, dan dauroh-dauroh syar’iyyah
  6. Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri
  7. Mencari teman yang baik (sholih)
  8. Memperbanyak memgingat mati dan takut terhadap su-ul khotimah (akhir kehidupan yang jelek)
  9. Sabar dan belajar untuk sabar
  10. Berdo’a dan memohon pertolongan Alloh

Seorang penuntut ilmu harus kuat, rajin, bersungguh-sungguh dalam belajar, membaca, menghafal, serta tidak boleh malas dan lemah. Bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu dan selalu minta tolong kepada Alloh subhanahu wa ta’ala.

( Adab dan akhlak penuntut ilmu, Al Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas -hafizhohulloh- )

Featured Image Icon made by Freepik from www.flaticon.com is licensed by CC 3.0 BY
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s